Sekolah Gratis Dinegeri Impian

Sekolah gratis? Setuju!!! Boleh lah karena pendapat orang berbeda, Tapi yang pasti untuk sebagaian orang yang awam itu merupakan suatu gemrakan yang berani dan bagus yang digulirkan oleh pemerintah. Tetapi kalau kita renungkan dan pikirkan secara logika yang sehat, kenapa pemerintah memprogramkan sekolah gratis ini hanya pada tahun-tahun sekarang ini yang mana negera kita sedang dihadapkan pada pemilihan umum dan pemilihan presiden. Kenapa tidak dari dulu, ya sekitar dua atau tiga tahun yang lalu kalau kalau bis adari tahun pertama pemerintahan. Kenapa lagi harus diiklankan begitu gencarnya di media televise, surat kabar bahkan selebaran yang dibagikan pada tiap sekolah. Bukan kami tidak setuju dengan sekolah gratis, tapi tidak perlu berlebihan seperti itu. Karena yakin iklan tersebut perlu dana, dan yakin juga dananya bukan dari perorangan. Dan sangat yakin sekali bila program yang baik itu bila dibarengi dengan niat yang tidak baik yang bertujuan untuk mengabadikan kekuasaan maka tidak akan membuahkan hasil yang bagus.
Kemudian sebenarnya apa tujuan pemerintah dengan sekolah gratis itu, apa untuk mengurangi tingkat anak putus sekolah padahal dulu sudah ada program jaring pengaman sosial dimana anak-anak yang tidak mampu didata oleh sekolah kemudian diberi bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kalau kita hubungkan dengan peningkatan prestasi siswa itu belum tentu dapat meningkatkan mutu/kwalitas peserta anak didik. Contohnya saja sekarang walaupun siswa sudah harus bayar tapi tetap saja hasilnya masih jelek, apa kemudian setelah digratiskan benar itu akan menjadi lebih baik mutu kwalitas siswanya, kalau menurut hemat saya jangankan digratiskan disuruh bayar saja tetap hasilnya kurang bagus.
Bila diperhatikan dengan program sekolah gratis tersebut seperti dipaksakan oleh pemerintah pusat, karena banyak pemerintah-pemerintah daerah yang belum siap dengan sekolah gratis. Karena pemerintah daerah harus memberi dana pengganti uang sumbangan bulanan yang biasa dibayarkan oleh orang tua siswa. Contohnya saja untuk Provinsi saja sampai sekarang ini dana BOS untuk sekolah masih banyak belum dikucurkan dengan alasan karena masih banyak sekolah yang belum menyerahkan profosal. Apa memang itu benar seperti itu atau belum siap?. Padahal operasional sekolah dan program-program sekolah harus berjalan terus, sedangkan dana tersebut belum ada apa sekolah harus ”ngemplang” dulu ke BANK?. Belumlagi ketidak siapan dari pemerintah daerah Kota atau kabupaten yang sampai saat ini ada yang baru mengucurkan dana hibahnya baru 2 bulan dari sejak diluncurkannya sekolah gratis. Timbul pertanyaan lagi kapan akan dikucurkannya?, kalau ini saya belum ada konfirmasinya kapan akan dikucurkannya.
Tetapi yang jadi pertanyaan kami, misalkan Provinsi dan kota/kabupaten belum mengucurkan dana hibahnya sekarang kemudian sekolah sudah banyak program yang sudah tidak dilaksanakan padahal kalau masih dibantu dengan dana masyarakat program berjalan dengan lancar. Akan dikemanakan uangnya nanti? Karena itu sudah dimasukkan ke dalam anggaran pemerintah daerah yang disepakati oleh DPRD. Mungkinkah uangnya akan diserahkan pada sekolah? Kalau diberikan ke sekolah mungkinkan itu bisa dilaksanakan programnnya padahal programnnya sudah terlewati. Contohnya perpisahan alokasi dananya ada di bos Provinsi, kalau kegiatannya sudah terlewati maka dana tersebut kalau diberikan kesekolah apa harus dikembalikan lagi karena tidak terpakai, kemudian bila kembali lagi ke provinsi apa itu akan dikembalikan ke kas pemerintah?
Ya saya bingung juga!!! Karena bukan Gubernur bukan Walikota bukan Bupati juga bukan DPRD juga bukan Kepala Sekolah.

Jadi kesimpilulan kami sementara dengan sekolah gratis tersebut diantaranya:
1. Adanya konsfirasi politik sengaja untuk mengabadikan kekuasaan
2. Belum siapnya Provinsi untuk memberikan dana penganti pada sekolah
3. Belum siapnya Kota/Kabupaten memberikan dana hibanya pada sekolah
4. Adanya keperluan politik yang berbeda antara pusat dan daerah
5. Bagi masyarakat awam tentunya dengan sekolah gratis jangan dulu bahagia karena gratis itu hanya untuk sekolah SSN, tetapi bila semua sekolah seudah menjadi SBI maka sekolahnya tidak gratis lagi alias harus bayar kembali ke dulu lagi.
6. Jadi ini sangat yakin sekali semuanya hanya ada konsfirasi politik saja karena ini hanya di gembor-gemborkan pada saat mau pemilihan umum dan pilpres. Tetapi bila nanti sudah terbentuk pemerintahan yang baru lagi maka sekolah-sekolah akan dipercepat lagi menjadi sekolah SBI bisa atau tidak bisa, layak atau tidak layak, karena kalau terus-terusan SSN itu akan menjadi beban pemerintaha dalam operasinal sekolahnya.

Ya, saya setuju promosi sekolah gratis ini dikritisi. Waktu muncul iklan sekolah gratis beberapa kali di televisi, saya sempat kaget. Apalagi pemunculannya di tengah-tengah bangsa ini sedang sibuk ber-Pemilu. Saya pun mengira program ini dijadikan komoditas politik saja.
Coba saja kita ingat-ingat lagi perjalanan bangsa ini. Pembangunan yang benar-benar bisa dirasakan oleh rakyat hanya terjadi menjelang Pemilu. Jalan-jalan diperbaiki. Bantuan-bantuan dicairkan. Hingga money politic (jujur saja, uang ini benar-benar rezeki buat rakyat!) yang berhamburan. Kegiatan ekonomi pun meningkat sekitar setahun menjelang pemilu. Tukang sablon, percetakan, tukang jahit, jual bambu, dan sebagainya pun panen.
Tetapi bagaimana di masa-masa yang jauh dari Pemilu? Jalan berlubang-lubang tetap saja berlubang, bahkan semakin lebar dan dalam. Rakyat kelaparan, kurang gizi tetap saja ada, padahal sudah sekian tahun masih saja terulang kasus yang sama. Bahkan, makin hari jumlah anak/remaja yang ‘berkeliaran’ di jalan-jalan makin banyak saja.
Jadi, saya setuju untuk ‘menggugat’ program sekolah gratis. Bagaimana cara menggugatnya? Tuntut pemerintah untuk merealisasikannya. Hentikan gembar-gembor iklannya. Jangan sampai seperti yang selama ini terjadi, yaitu ketika kita di daerah meminta hak kita kepada pemerintah daerah (Dinas Pendidikan setempat), kita hanya mendapatkan jawaban bahwa itu kan program dari pusat.
Wallahu a`lamu bish-Shawab.

Bagai mana pendapat Anda dengan sekolah gratis?
Bagai mana pengalaman di kota Anda?




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: