DALAM hidup ini sebagai seorang manusia tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Dari kesalahan itu akhirnya dapat menimbulkan bibit penyakit yang mengotori hati dan jiwa. Semua itu berawal dari ketidakmampuan kita untuk mengenali tipu muslihat setan yang berambisi ingin menaklukkan dan menyesatkan manusia.

Untuk itu dalam mimbar yang mulia ini saya akan menyajikan kiat-kiat untuk membersihkan hati agar menjadi jernih kembali. Dalam hal ini ada delapan kiat yang perlu kita lakukan, antara lain:

1. Menghindarkan hati dari berbagai penyakit hati.

Agar hati kita jernih, maka kita harus menghindarkan diri dari penyakit hati seperti hasud, tamak, su’udzan, riya’, sum’ah, nifaq, ’ujub, takabbur, dendam kesumat dan seterusnya. Sebab dengan penyakit tersebut setan akan berusaha sekuat tenaga untuk selalu meniupkan ke dalam manusia sehingga hatinya menjadi sakit dan jauh dari Allah SWT. Di lain sisi, bagi Allah upaya setan ini dijadikan sarana evaluasi untuk mengetahui kadar keimanan dan kesucian hati seseorang, dalam hal ini Allah berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 53:

”Agar dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang dhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat.”

Untuk itu kita harus berusaha menjaga diri kita masing-masing dari pengaruh setan tersebut. Kita akan selamat dari sikap hasud dan tamak, jika kita mempunyai sifat qana’ah dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah. Kita akan selamat dari sikap su’udzan, jika kita mampu mengembangkan sikap baik sangka dan mempunyai rasa tawakkal yang tinggi kepada Allah.

2. Melatih hati untuk senantiasa bertaqarrub kepada Allah SWT dalam setiap waktu dan kesempatan.

Cara untuk melatih hati bertaqarrub kepada Allah adalah dengan melakukan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Melakukan berbagai perbuatan sunnah, memperbanyak dzikir dan doa dengan cara tersebut niscaya hati kita akan tetap bersih dan selamat dari tipu daya setan.

Dalam surat Al-Maidah ayat 35, Allah berfirman:

”Hai orang-orang yang beriman, bertawakallah kepada Allah SWT, dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”

3. Memohon perlindungan kepada Allah SWT dalam setiap saat dan kesempatan.

Mohon perlindungan kepada Allah dapat melalui doa saat melakukan salat, mengingat Allah dalam setiap kesempatan atau melafadzkan doa untuk memohon perlindungan dari tipu daya setan. Allah berfirman dalam surat Fushilat ayat 36:

”Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

4. Banyak melakukan dzikir dan doa kepada Allah.

Dengan melakukan dzikir akan menyebabkan kita selalu mengingat Allah dan merasa kita dalam pengawasan Allah serta akan menjadikan hati kita tenteram.

Allah berfirman dalam surat Ar-Ra’d ayat 28:

”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Sementara doa adalah sebagai wujud sikap rendah hati dan ketawakalan kita kepada Allah. Doa juga merupakan wujud pengakuan seseorang akan kebesaran dan kekuasaan Allah. Sejahat apa pun seseorang, jika masih berdoa kepada Allah berarti dalam hati kecilnya ia mengakui kebesaran dan kekuasaan-Nya berarti dia menyandarkan hidupnya kepada Allah dan orang semacam ini akan mendapatkan perlindungan dari-Nya.

5. Menyadarkan hati akan muslihat dan tipu daya setan dalam menyesatkan manusia.

Dalam hal ini, setiap diri harus menekankan kesadaran dalam dirinya, bahwa setidaknya ada 11 tipu daya yang biasa diterapkan oleh setan untuk menaklukkan hati manusia.

Di antaranya , mengobarkan sifat pemarah dan syahwat dalam diri manusia. Meniupkan sifat dengki dan rakus dalam hati manusia. Meniupkan kegemaran untuk makan secara berlebih-lebihan dalam diri manusia. Meniupkan dalam diri manusia kegemaran untuk berhias dan bermewah-mewahan dalam hal perabot, pakaian, dan rumah. Meniupkan sifat tamak dalam hati manusia. Meniupkan sikap tergesa-gesa dan tidak teguh dalam hati manusia. Meniupkan kecintaan yang berlebihan terhadap uang, kekayaan, harta benda, kendaraan, dan sejenisnya ke dalam hati manusia.

Meniupkan sikap bakhil dan takut miskin dalam hati manusia. Meniupkan sikap fanatisme dan dendam ke dalam hati manusia. Mendorong orang-orang awam yang tidak menguasai dan mendalami ilmu agama untuk berpikir tentang dzat dan sifat Allah yang berada di luar kemampuan akal manusia. Serta meniupkan sikap suka berburuk sangka ke dalam hati manusia.

Dalam hal ini upaya kita untuk mengenali sebelas jurus dan tipu daya setan ini adalah dengan menegaskan kepada diri sendiri saat sifat dan sikap buruk tersebut mulai menyusup ke dalam hati, namun yang terpenting adalah hendaklah menusia senantiasa memohon petunjuk dan pertolongan kepada Allah untuk dapat mengenali dan merasakan tipu daya yang sedang dipergunakan setan untuk menjerat hati manusia, agar tetap menjadi makhluk yang mulia di sisi Allah dan selamat dalam kehidupan dunia maupun akhirat

6. Menghindarkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.

Kita harus menghindarkan perbuatan tersebut sebab perbuatan dosa dan maksiat menjadikan hati menjadi keras dan membatu, dengan kata lain perbuatan dosa dan maksiat dapat menghilangkan kesehatan kelurusan hati bahkan mengubahnya menjadi sakit dan melenceng dari fitrahnya, sehingga akan mengalami sakit dan cacat yang selalu condong kepada perbuatan-perbuatan buruk. Sehingga dalam tahapan yang lebih serius perbuatan dosa dapat membutakan hati, jika hati sudah buta, maka petunjuk apapun yang masuk tidak akan mempengaruhi-nya dan kelak di akhirat akan lebih buta lagi. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra’ ayat 72 :

”Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).”

7. Banyak melakukan kebaikan (amal shalih).

Perbuatan baik ibarat sabun atau detergent sementara perbuatan buruk ibarat kotoran. Perbuatan baik (amal shalih) dapat menghilangkan dosa berbagai perbuatan buruk yang sudah telanjur dilakukan, sebagaimana halnya sabun atau detergent dapat menghilangkan kotoran yang menempel di baju. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat Hud ayat 114 :

”Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”

Untuk itu dengan melakukan amal shalih, maka kita berharap kepada Allah semoga dosa-dosa yang telah telanjur kita lakukan terhapus dengan amal baik kita.

8. Banyak membaca ayat-ayat Allah SWT.

Upaya menjernihkan hati yang terakhir adalah dengan memperbanyak membaca ayat-ayat Allah, baik itu ayat Al-Quran, ayat-ayat kauniyah (fenomena alam kosmologis), maupun realitas dan kisah hidup orang-orang terdahulu dan sekarang. Sebab dengan banyak membaca ayat-ayat Allah niscaya akan selamat dari segala macam penyakit hati.

Demikian delapan kiat untuk menjernihkan hati dari tipu daya setan, siapapun yang mampu melaksanakan dengan baik kedelapan kiat tersebut, niscaya akan mempunyai hati jernih dan bening. Sebab kita sudah mampu mengenali tipu daya setan yang ingin menyesatkan diri kita. Lebih dari itu orang yang semacam itu akan selalu berada dalam perlindungan, hidayah dan kecintaan-Nya. Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan oleh Allah, dapat melaksanakan kedelapan kiat tersebut dan senantiasa selalu diberi hidayah untuk menghindari tipu daya setan dan akhirnya kita dapat selamat baik di dunia maupun di akhirat. Amin Ya Rabbal ’Alamin.

Halaman Berikutnya »



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.