Presiden: Tidak Ada Kompromi Soal Ambalat * Fosad akan Sisir Warga Malaysia di Indonesia * Syarif Hasan: SBY Bisa Saja Nyatakan Perang Terhadap Malaysia * DPR akan Temui PM Malaysia Minggu Ini

Posted in Berita Utama by Redaksi on Juni 3rd, 2009

Jeju Korsel (SIB)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kembali bahwa soal batas negara antara Indonesia – Malaysia di perairan pulau Ambalat sudah tidak bisa dikompromikan karena wilayah itu jelas milik Indonesia.
“Bahwa apa yang diklaim oleh Malaysia tidak bisa kita terima karena Indonesia yakin itu wilayah Indonesia. Sejengkal daratan ataupun wilayah laut kalau itu wilayah Indonesia harus kita pertahankan tidak ada kompromi dan toleransi karena itu harga mati,” kata Presiden sebelum meninggalkan Jeju Korsel, Selasa.
Namun untuk menegakkan kedaulatan itu, lanjut Presiden tidak harus mengobarkan peperangan apalagi Indonesia dan Malaysia adalah anggota Asean yang hubungannya diatur dalam Piagam Asean.
“Ada diplomasi, ada penyelesaian secara damai, jadi jangan hanya beretorika supaya dianggap pemimpin yang berani terus mengobarkan perang di mana-mana,” katanya.
Presiden menjelaskan, persoalan batas wilayah di Ambalat sudah terus dibicarakan antara kedua negara dan pemerintah Indonesia sudah mendorong segera dilanjutkan secara intensif perundingan mengenai batas wilayah di sekitar Ambalat.
“Jadi saya tegaskan sekali lagi kapada seluruh rakyat bahwa posisi kita jelas yang diklaim itu adalah wilayah Indonesia dan kita tidak bisa menerima dan wilayah itu kita jaga. Kita lanjutkan negosiasi,” katanya.
Dijelaskan Presiden, sejak masalah batas wilayah Ambalat ini muncul dua tahun lalu dirinya sudah menginstruksikan agar TNI terus melakukan operasi pengamanan wilayah ada atau tidak ada pelanggaran oleh kapal-kapal perang Malaysia.
“Sekarang ada enam kapal perang dan tiga pesawat udara dari TNI AL. Barangkali pihak Malaysia mengklaim tempat itu bisa saja dia patroli tapi ketika memasuki wilayah kita, jelas kita halau dan itu yang kita lakukan kemarin,” katanya.
Presiden mengharapkan persoalan yang sudah dalam tahapan perundingan tingkat menteri ini seharusnya tidak diganggu dengan adanya pelanggaran batas oleh kapal-kapal perang Malaysia.
“Ketika memasuki wilayah kedaulatan sudah tidak ada kompromi. Kita dengan Malaysia dan Singapura jika ada masalah mengenai lagu, batik, reog itu bisa selesaikan dengan pendekatan yang tepat, tetapi kalau kedaulatan tidak bisa. Meski saudara dekat, tetangga baik, kedaulatan adalah kedaulatan karena itu adalah eksistensi negara,” kata presiden tegas.
FOSAD AKAN SISIR WARGA MALAYSIA DI INDONESIA
Forum Studi Aksi Demokrasi (Fosad) akan melakukan penyisiran terhadap warga Malaysia di Indonesia, untuk membalas sikap Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang mengusir sejumlah nelayan di Perairan Ambalat.
“Pekan depan kami akan melakukan ‘sweeping’ terhadap warga Malaysia yang ada di Indonesia,” kata Ketua Umum Fosad, Faisal Riza Rahmat, di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, tindakan Malaysia sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Oleh sebab itu, dia mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bertindak tegas terhadap TLDM yang melakukan pelanggaran wilayah perbatasan.
“Presiden dan Panglima TNI, jangan hanya diam, karena negara kita sekarang sedang dicabik-cabik. Harus ada tindakan tegas,” kata ketua organisasi yang mewadahi sejumlah elemen organisasi kepemudaan, seperti Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia dan Putra/Putri TNI/Polri(FKPPI), Pemuda Panca Marga, Pemuda Pancasila, dan lain-lain.
Bahkan dia mendorong, pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Malaysia, karena selama ini selalu membuat persoalan dengan Indonesia.
“Mulai dari masalah TKI (Tenaga Kerja Indonesia), penderitaan yang dialami Manohara, sampai pelanggaran batas wilayah. Apa sih, kelebihannya Malaysia?” kata salah satu pendiri FKPPI itu menambahkan.
Faisal berpendapat, dalam beberapa hari terakhir, Malaysia menganggap pemerintah Indonesia sedang vakum kepemimpinan, karena Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sedang sibuk kampanye Pemilu Presiden.
“TNI harus bisa meluruskan pandangan Malaysia yang salah itu. Bahkan kalau perlu kami-kami ini perlu diajak meluruskannya, agar sikap Malaysia tidak semakin ngawur,” katanya menegaskan.
Sebelumnya, TDLM mencegat dan mengusir kapal-kapal nelayan Kalimantan Timur yang mencari ikan di perairan Ambalat yang merupakan wilayah Indonesia, Senin (1/6).
Kemudian, Sabtu (30/5) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, kapal TLDM jenis “Fast Attack Craft” milik Angkatan Laut Malaysia bernama KD Baung-3509, secara terang-terangan melakukan provokasi dengan memasuki perairan Ambalat sejauh 7,3 mil laut pada posisi 04,00,00 Lintang Utara dan 118,09,00 Bujur Timur dengan kecepatan 11 knot.
Kapal tersebut berhasil dihalau Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk meninggalkan wilayah Indonesia.
SYARIF HASAN: SBY BISA SAJA NYATAKAN PERANG
Sesuai amanat undang-undang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa saja menyatakan perang terhadap Malaysia yang berulang kali memasuki wilayah Indonesia, namun keputusan itu belum tentu didukung banyak pihak.
“Presiden bisa saja menyatakan perang (dengan Malaysia). Tapi apa mungkin DPR setuju?,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Syarif Hasan dalam diskusi “Kepemimpinan Sipil-Militer” di Gedung DPR Jakarta, Selasa.
Dia juga mempertanyakan apa mungkin DPR bersedia menyetujui anggaran Rp20 triliun setiap bulannya untuk keperluan perang tersebut.
Pernyataan itu Syarif Hasan yang juga Ketua Fraksi Partai Demnokrat DPR itu menanggapi pertanyaan yang menyebutkan bahwa Presiden Yudhoyono tidak bisa bertindak tegas terkait masuknya kapal Malaysia ke wilayah kedaulatan Indonesia.
Menurut Syarif, Presiden Yudhoyono tidak ingin mengambil langkah gegabah dalam menyikapi masuknya kapal Malaysia ke wilayah NKRI tersebut.
Sebagai negara bertetangga, pemerintah sedang melakukan upaya diplomasi dengan Malaysia agar permasalahan itu tidak berdampak buruk bagi kedua negara.
“Jadi, pemerintah lebih mengutamakan jalan diplomasi dari pada perang,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia akan bertindak tegas dan siap berperang dengan Malaysia apabila memang terjadi pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah NKRI dalam kasus di perairan Ambalat.
“Soal Ambalat kita tegas kalau memang ada pelanggaran. Apabila negara kita terganggu dengan siapa saja, kita bisa perang,” kata Wapres Jusuf Kalla saat ditanya wartawan di Jakarta, Senin (1/6).
DPR Temui PM Malaysia Minggu Ini
Komisi I DPR akan segera mengunjungi PM Malaysia, Najib Tun Razak, untuk membicarakan sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia di perairan Ambalat.
“Lima orang komisi I akan menemui pihak Malaysia dalam minggu ini. Kalau bisa PM-nya, tapi kabarnya PM Malaysia Najib sedang ke China. Kalau tidak mungkin Menlu, Menhan Malaysia,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR, Yusron Mahendra, kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6).
Yusron mengatakan pertemuan akan membahas sengketa Ambalat. “Mengapa saat perundingan berjalan namun tentara Diraja Malaysia terus masuk hal ini menyaktii hati rakyat Indonesia,” ujar Yusron.
Politisi PBB ini mengaku tetap melakukan koordinasi dengan Deplu dan Dephan. “Kami ingin penegasan lagi bahwa masalah Ambalat merupakan soal pemerintah Malaysia dan Pemerintah Indonesia,” lanjutnya. (Ant/Detikcom/u)

Sumber: http://hariansib.com/2009/06/presiden-tidak-ada-kompromi-soal-ambalat-fosad-akan-sisir-warga-malaysia-di-indonesia-syarif-hasan-sby-bisa-saja-nyatakan-perang-terhadap-malaysia-dpr-akan-temui-pm-malaysia-minggu-ini/


  1. dafil

    sorry aku print tulisannya karena aku perlu banget thanks




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: